PENERAPAN SMK3 PADA INDUSTRI KERTAS (masih salah)

0

PENERAPAN SMK3 PADA INDUSTRI KERTAS




Abstrak
Makalah ini membahas tentang penerapan SMK3 di industri kertas, industri kertas di Indonesia sangat dibutuhkan mengingat kebutuhan kertas di indonesia yang masih sangat tinggi. Maka dari itu industri kertas harus memenuhi standar kertas yang berkualitas dan juga memenuhi kebutuhan kertas masyarakat Indonesia yang sangat banyak. Akan tetapi karena adanya tuntutan itu, banyak dari beberapa industri tersebut mengkesampingkan keselamatan pekerjanya dan juga kurang memperhatikan perawatan alat dan mesin yang digunakan. Hal seperti itu biasanya menjadi faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada industri kertas ataupun industri lainnya. Untuk itu dilakukanlah penelitian yang akan menganalisa tentang penerapan SMK3 ataupun sistem K3 yang dijalankan di industri-industri kertas di Indonesia. Dari hasil penelitian sejauh ini bisa disimpulkan bahwa ternyata penerapan SMK 3 dan juga sistem K3 di beberapa Industri kertas masih dikesampingkan dan masih banyak pekerja yang celaka di saat sedang bekerja pada industri tersebut.

Kata Kunci : kecelakaan kerja, kelalaian, faktor penyebab



I.                         Pendahuluan

Keselamatan kerja dan juga kesehatan para pekerja adalah hal terpenting bagi pekerja itu sendiri baik dari segi ekonomi makro maupun mikro, dikarenakan kesehatan dan keselamatan pekerja sangat berpengaruh pada hasil produksi perusahaan. Oleh karena itu seharusnya perusahaan ataupun industri sebisa mungkin mengurangi resiko-resiko kecelakaan dan juga memperhatikan kesehatan para karyawannya, karena hal seperti itu akan mengganggu lama waktu produksi yang menyebabkan biaya produksi meningkat.
Kecelakaan di industri sesungguhnya adalah hasil akhir dari  suatu aturan dan kondisi kerja yang tidak aman (ILO,1989). Suatu kecelakaan sebenaranya bukanlah suatu kebetulan yang terjadi tanpa adanya penyebab. Kecelakaan kerja timbul dari gabungan beberapa faktor yaitu perlatan teknis, lingkungan kerja, peralatan kerja dan juga pekerja itu sendiri (ILO, 1989). Menurut ILO, setiap satu tahun terjadi sekitar 1,1 juta kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian.
Kecelakaan kerja di Indonesia sendiri memang saat ini mengalami penurunan jumlah namun Kecelakaan kerja di Indonesia masih menempati urutan pertama di Asia Tenggara. Ini di sebabkan karena lemahnya kesadaran dalam penerapan K3. Menurut data Depnaketrans  RI pada tahun 2006, jumlah terjadinya suatu kecelakaan di Indonesia pada tahun 2003 sebanyak 105,846 kasus, tahun 2004 sebanyak 95,418 kasus, tahun 2005 sebanyak 96,081 kasus dan di tahun 2006 sebanyak 70,069 kasus. Jumlah tersebut menurun sebesae 37,12 persen pada kurun waktu 4 tahun terakhir ini, sedangkan pada tahun 2007 sebanyak 23,714 kasus dan tahun 2008 turun sebesar 55, 82% dari tahun 2007 menjadi  36,986 kasus.
Salah satunya yang harus mendapatkan perhatian adalah PT. Sinar Dunia perusahaan ini adalah salah satu industri pemproduksi kertas terbesar di Indonesia. Industri ini memproduksi berbagai macam jenis dan ukuran kertas maupun buku. Secara teknis proses pemproduksian kertas ini dimulai dari pemilihan bahan baku yaitu kayu untuk kemudian dipotong-potong sebelum dimasukkan ke pulping machine. Dalam proses ini adalah proses yang paling sering mengakibatkan kecelakaan kerja maka dari itu peneliti akan mendeskripsikan beberapa faktor kecelakaan kerja di industri ini.




II.                       Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan cara mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang industri pemproduksi kertas yaitu P.T. Sinar Dunia lalu mengidentifikasi tentang sejauh mana penerapan SMK3 yang dijalankan di industri tersebut.





III.                     Hasil Penelitian
a.     
Proses pembuatan kertas (pulp)
1.      Saat pengambilan kayu bahan baku pembuatan kertas sering terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan tidak berjalannya sistem K3 di dalam proses ini sehingga pekerja banyak yang tidak menyadari pentingnya APD yang sudah disediakan sehingga para pekerja itu tidak memakainya bahkan diabaikan akibatnya para pekerja banyak yang tertimpa pohon tumbang, terluka terkena alat penebang pohon seperti mesin gergaji bahkan ada juga yang harus kehilangan sebagian anggota tubuhnya karenakelalaian tersebut
2.      Pembuangan kulit kayu bahan baku kertas, dalam proses ini juga APD sangatlah penting. APD yang harus dipakai misalnya kacamata, sarung tangan dan baju overall tetapi tidak semua pekerja mau memakainya dengan alasan gerah dengan pakaian yang digunakan ataupun APD yang kurang nyaman untuk dipakai karena sudah lama tidak diganti bahkan ada yang sudah rusak,nah di sini lah letak penyebab tidak maunya pekerja memakai APD dan kecelakaan kerja pun tidak bisa dihindarkan
3.      Setelah kayu dikuliti barulah kayu yang awalnya masih berupan potongan-potongan besar dijadikan chip (potongan-potongan kecil) saat dijadikan chip besarnya bahaya proses ini sama halnya dengan saat proses pengambilan kayu di hutan
4.      Proses terakhir dari pembuatan kertas ini adalah ketika chip dimasak dalam digester untuk memisahkan serat kayu. Hasil digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp ini lalu diolah menjadi kertas pada mesin kertas (pulp machine) untuk dicetak menurut ukuran dan jenis kertas yang diinginkan. Pada proses ini pekerja bekerja relatif lebih aman akan tetapi dalam proses ini ada proses pencampuran kimia yang juga berbahaya bagi kesehatan pekerja apabila menghirup atau pun menyentuhnya secara langsung.




IV.                    Pembahasan

Dari empat proses secara garis besar proses pembuatan kertas. Para pekerja kebanyakan masih belum menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatannya pada saat bekerja. Mereka masih mengabaikan sistem manajemen K-3, sehingga K-3 masih belum berjalan sebagaimana mestinya dan pihak perusahaan pun kurang untuk memfasilitasi karyawannya, contoh kecilnya APD yang wajib digunakan para pekerja belum sesuai dengan standar yang diharuskan, dan juga banyak APD yang sudah tidak layak pakai belum diganti dengan yang baru, atau dengan kata lain dipaksakan begitu saja sehingga kegunaan dari APD itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya lagi. Sebaiknya perusahaan harus lebih memperketat penerapan SMK3nya lagi karena demi keselamatan pekerja dan juga memperkecil resiko kerugian akibat dari kecelakaan kerja yang berbuntut rusaknya mesin atau  hilangnya nyawa pekerja industi itu sendiri dan berujung kerugian besar bagi perusahaan.
Kondisi mesin juga tidak kalah pentingnya, kondisi mesin yang sangat baik akan sangat berpengaruh bagi kualitas hasil produksi dan mempersingkat waktu pengerjaan. Maka dari itu perawatan mesin sangatlah penting.




V.                      Kesimpulan

Perusahaan masih belum menerapkan SMK3 secara maksimal sehingga para karyawan pun banyak merasa acuh pada pada keselamatan dirinya sendiri, sehingga keselamatan pun diabaikan. Perusahaan Industri kertas saat ini di P.T Sinar Dunia masih terkesan menyepelekan pekerjanya dan kurang mempehatikan alat-alat yang digunakan untuk proses produksi.




VI.                    Daftar Pustaka

0 komentar:

Poskan Komentar